Pages

  • Beranda
  • About Me
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Facebook Twitter Instagram Google+ Pinterest
BeBrave

Berani Bermimpi. Berani Berjuang

  • Home
  • Contact Me
  • Category
    • Artikel
    • Book
    • Cerpen
      • Buku Harian Doni
      • Ini Panggung Kita
    • Selfreminder



Allah menciptakan dunia ini dengan amat indah. Bahkan dalam kegelapan malam sekalipun Allah hadirkan bulan dan bintang sebagai penghias langit yang amat menawan. Rasi bintang yang bagai membentuk formasi, telah menjadi lukisan yang amat memanjakan. Sayangnya keindahan tersebut membuat lalai beberapa orang, hingga mereka menganggap rasi bintang mampu menjadi simbol untuk ramalan. Sungguh hal tersebut adalah pengetahuan yang tak memiliki landasan. Bahkan bisa menjerumuskan pada kesyirikan.
Mengenai bintang sendiri, ada hal menarik yang disampaikan Rasulullah ï·º “Bintang-bintang itu adalah para penjaga langit, apabila bintang itu lenyap maka terjadilah pada langit itu apa yang telah dijanjikan. Aku adalah penjaga para sahabatku, bila aku tiada maka akan menimpa mereka apa yang telah dijanjikan. Dan para sahabatku adalah para penjaga umatku, apabila para sahabatku telah tiada maka akan menimpa umatku apa yang telah dijanjikan.” (HR Muslim)
Tentunya apa yang disampaikan Rasulullah ï·º tersebut, bukan sekedar ramalan, karena setelah dilakukan penelitian, ternyata apa yang disampaikan sangat masuk akal. Lain cerita jika ada yang mengatakan rasi bintang tertentu mempengaruhi masa depan seseorang. Sungguh ini sesuatu yang tak mempunyai landasan dan tak ada bukti yang menguatkan.
Bintang adalah benda yang tersebar dilangin berbentuk bulat atau semi-bulat, ber-gas, mudah terbakar, memancarkan cahaya dan saling berhubungan satu sama lain melalui gravitasi meskipun struktur pembentuk mereka adalah gas. Bintang-bintang tersebut memiliki massa yang sangat besar, ukuran, dan suhu yang tinggi. Bintang juga memancarkan gelombang cahaya (ada yang tampak, ada yang tidak).
Bintang memiliki siklus hidup dimulai dengan kelahiran, kemudian bintang muda, bintang tua hingga akhirnya meledak lalu lenyap. Mereka juga dapat meledak sebelum atau setelah siklus tersebut yang kemudian kembali menjadi asap langit dan masuk ke dalam siklus kelahiran bintang baru. Sebuah bintang menghabiskan sekitar 90% dari usianya dalam tahap bintang biasa (seperti matahari) sebeum lenyap.
Bintang-bintang seperti perapian raksasa di alam semesta dengan serangkaian reaksi nuklir di dalamnya, atau yang dikenal sebagai “fusi nuklir”, disanalah semua elemen yang diperlukan untuk kehidupan di bumi dan langit diciptakan.
Selain gravitasi yang menghubungkan bintang-bintang, ada sejumlah kekuatan yang menahan isi didalam setiap benda angkasa. Kita hanya mengetahui energi nuklir, listrik, dan elektromagnetik. Ada pula kekuatan di luar ketiganya itu.
Mengingat gravitasi bintang-bintang sangat besar, mereka mendominasi semua benda langit. Bahkan bintang-bintang tersebut dihubungkan melalui sebuah gravitasi yang membentuk unit lebih besar dari semesta dan semua terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, kehancuran sistem bintang berarti kehancuran alam semesta karena kehilangan keseimbangan.
Dari penjelasan tersebut tentu dapat disimpulkan bahwa apa yang disampaikan Rasulullah ï·º adalah kebenaran. Lain halnya dengan orang-orang yang berbicara tanpa ilmu. Mareka meyakini bahwa rasi bintang mempengaruhi nasib sesorang, mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Itu cara berfikir yang harus diluruskan, apalagi bagi seorang muslim. Keyakinan yang salah dapat membawa pada kesyirikan maka perlu hati-hati dalam meyakini perkataan orang yang tak jelas sumbernya.


Diambil dari buku Dr. Zakir Naik dengan judul Miracle of Al-Qur’an & As-Sunnah

#Day26
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share


Alunan musik yang indah memang mampu membuat orang terbuai. Hal tersebut membuat orang untuk menciptakan ragam jenis musik dari untuk berbagai kebutuhan. Ada yang sekedar hiburan, tapi ada juga yang digunakan sebagai media terapi.
Suatu ketika, ada seorang Ustadz tentang seorang Ibu yang mengadukan anaknya. “Ustadz, anak saya tak bisa jauh dari musik.” Dengan berlinang air mata Ibu tersebut mengadu. Lantas apakah seserius itu permasalahanya. Bagi anak muda, suka musik itu bukankah hal yang wajar, lalu kenapa harus bersedih sampai berurai air mata.

Suka musik, mungkin masih bisa dianggap wajar. Akan tetapi terlampau suka, itu yang bahaya. Bukankah segala yang berlebihan itu tak baik. Jika membicarakan musik menurut Islam, maka akan ada perbedaan pendapat. Akan tetapi, saya tak akan membahas itu karena bukan wilayah saya. Sebagai orang yang masih belajar maka saya harus tahu diri. Maka saya hanya ingin menjelaskan kenapa orang tua tersebut begitu khawatir dan menyesal.

Sebuah alasan yang cukup mengherankan, disampaikan oleh Ibu tersebut. Ternyata ketika hamil, Ibu tersebut selalu mendengarkan musik, dengan alasan ada sebuah penelitian bahwa memperdengarkan musik untuk bayi dalam kandungan akan membuatnya pandai. Dengan alasan tersebutlah kebiasaan itu terus berlangsung. Ternyata dampak yang dihasilkan di luar bayangan orang tuanya. Anak tersebut menjadi amat cinta dengan musik, padahal orang tuanya tak menginginkan itu.

Apa salahnya dengan musik? Mungkin pertanyaan tersebut belum terjawab. Sebagai seorang muslim maka sungguh amat indah apabila mempunyai anak yang cinta terhadap Al-Qur’an, bukan musik. Suka sih boleh, tapi terlampau suka itu yang bahaya. Karena segala perhatianya akan terkuras untuk sesuatu yang dia amat sukai.

Dari penuturan Ibu tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa, sebaiknya ketika sedang hamil, orang tua harus membiasakan dekat dengan Al-Qur’an agar anaknya kelak terbiasa dengan lantunan Ayat suci Al-Qur’an. Hal tersebut tentu amat bermanfaat karena Al-Qur’an lah salah satu penyelamat kita di Akhirat kelak.

#Day25
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share


“Di kelembaban usia” begitulah tutur Ustadz Salim dalam bukunya ‘Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan’ waktu membahas masa remaja. Dimana pada masa remaja memungkinkan semua karakter bisa tumbuh, berakar dan mekar. Maka sudah selayaknya kita berusaha memperbaiki karakter diri kita agar tak menyesal dikemudian hari.
Jika membicarakan remaja, maka tak lepas dari masa muda. Tentunya masa muda bagi kebanyakan orang sering dijadikan waktu untuk mengenali diri sendiri. Hanya saja, di dalam proses pengenalan tersebut, terkadang tidak dilakukan dengan benar, sehingga prosesnya menjadi lama. Uniknya, pada sebagian orang sudah bisa mengenali dirinya dengan cepat bahkan meraih sukses diusia yang tergolong muda.
Apabila kita menengok sejarah, maka akan kita dapati karakternya telah terbentuk dengan matang diusia muda. Salah satu pemuda hebat itu adalah Muhammad Al Fatih. Sungguh sangat disayangkan apabila tidak mengenal beliau. Sayangnya anak-anak sekarang lebih kenal tokoh fiktif dari pada beliau. Beliau memang bukan Super Hero. Akan tetapi kehebatanya dalam mengatur strategi perang dan kematangan karakternya patut kita teladani.
Menjadi panglima perang diusia 21 tahun merupakan prestasi yang membanggakan. Apalagi mampu membebaskan Konstantinopel yang dari sudah berkali-kali gagal di taklukkan oleh pendahulunya. Semua itu adalah berkat orang tuanya yang berkomitmen dalam pendidikan anaknya, sehingga bersedia mendatangkan guru untuk mengajarinya dari kecil. Bahkan Muhammad Al Fatih telah mampu menghafal Al Quran 30 juz diusia 8 tahun.
“Dewasa tak memandang usia” mungjkin itu sedikit pantas untuk menggambarkanya. Ada sebagian orang yang kematangan karakternya berjalan lambat, tapi ada juga yang berjalan cepat. Semua itu tak lepas dari kehidupanya diwaktu kecil, apakah dimanja, atau biasa mandiri. Maka sudah selayaknya setiap orang tua belajar dari kisah Muhammad Al Fatih agar anaknya kelak, mampu mematangkan karakter di usia muda, bahkan sukses diusia muda.

#Day24
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share


Di era yang modern ini semakin banyak tayangan yang disuguhkan demi menemani waktu santai keluarga. Mulai dari tayangan yang mengedukasi sampai sekedar hiburan. Setiap media, berlomba menampilkan kreasi mereka masing-masing. Tentunya keberagaman tayangan itu akan diikuti dengan semakin banyaknya pemain yang terlibat. Semua menunjukkan kemampuanya masing-masing. Dari balik layar sampai yang menjadi pusat perhatian atau public figure. Mereka bekerja seprofesional mungkin. Yang menarik, dari ragam jenis pekerjaan public figure tersebut, tak melulu mengandalkan teknik. Tentunya setiap orang memiliki kemampuan masing-masing. Hanya saja dalam pekerjaan ada yang harus di tempuh dengan pendidikan formal sampai jenjang tinggi, tapi juga ada yang mengandalkan kemampuan diri dan pembiasaan. Pekerjaan yang mengandalkan bakat dan pembiasaan itu salah satunya adalah pelawak. Mereka sering bertingkah jenaka demi menghibur penonton. Memang sepintas terlihat sepele, tapi kenyataanya tak setiap orang mampu melakukanya. Tentunya itu menjadi kelebihan tersendiri yang ada padanya.

Setiap pekerjaan memiliki resiko yang harus dihadapi. Tak terkecuali pelawak itu sendiri. Sebagai orang yang dituntut untuk banyak bicara, maka tak bisa lepas dengan interaksi dengan orang lain. Maka dari itu, hendaknya menjadi pelawak itu juga harus memperhatikan adab dalam bercanda, agar tak menyakiti hati orang lain.

Terutama bagi seorang muslim, berfikir sebelum berbicara adalah hal yang musti dilakukan. Dalam Islam bercanda itu diperbolehkan, selama tidak menyalahi aturan. Adapun rambu-rambu yang harus dipatuhi meliputi :
Jauhi dusta

Dalam hadits Rasulullah ï·º bersabda, “Celaka seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celaka ia, celaka ia.” (HR. Ahmad)
Jauhi kata-kata bathil

Allah berfirman :
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhknya setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (Q.S. Al-Isra’:53)

Tidak banyak tertawa
Sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk. Pun demikian dengan tertawa. Rasulullah ï·º bersabda, “Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. At-Tirmidzi)

Jangan menghina agama
Allah berfirman :
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?.” (Q.S. At-Taubah: 65)

Dilarang menakut-nakuti Muslim
Rasulullah ï·º bersabda, “Tidak halal bagi seorang Muslim membuat takut Muslim yang lain.” (HR. Abu Dawud)

Demikianlah adab yang harus kita lakukan ketika bergurau. Tentu hal tersebut bukan bermaksud mengekang kebebasan, melainkan untuk keselamatan kita sendiri.

#Day23
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share


Memiliki anak tentu menjadi idaman setiap pasangan pada umumnya. Dengan kehadiran buah hati, akan membuat hari menjadi lebih berwarna. Akan ada banyak tawa, tapi juga tak jarang harus menahan rasa. Maka memupuk sabar itu harus, dan memahaminya itu perlu. Tentunya memperlakukan anak berbeda dengan orang dewasa, karena kondisi emosi anak yang bisa berubah-rubah.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua adalah memilih waktu dan tempat yang tepat untuk memberi nasihat, karena akan ada saat anak bisa menerima nasihat tapi terkadang dia mengabaikan begitu saja. Apabila kedua orangtua sanggup mengarahkan hati si anak untuk menerimanya, pengarahan yang diberikan akan memperoleh keberhasilan dalam upaya pendidikan.

Lantas kapan sebaiknya kita memberi pengarahan kepada anak?

Sebagai orang Islam kita telah diberi petunjuk kepada siapa kita mengikuti. Dialah sebaik-baiknya suri tauladan yang harus kita contoh. Sebagai wujud rasa cinta kasih, juga karena kesempurnaan akhlak-nya, kita harus senantiasa berusaha mencontoh beliau, Rasulullah ï·º.
Rasulullah ï·º mempersembahkan kepada kita tiga waktu mendasar dalam memberi pengarahan kepada anak.


  • Dalam Perjalanan

Riwayat al-Hakim dalam kitab Mustadraknya (3/541) menegaskan bahwa perjalanan itu dilakukan di atas kendaraan. Dia meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma :
“Nabi ï·º diberi hadiah seekor bighal (persilangan antara kuda dan keledai) oleh Kisra. Beliau menungganginya dengan tali kekang dari serabut. Beliau memboncengkanku di belakangnya. Kemudian beliau berjalan. Tidak berapa lama, beliau menoleh dan memanggil, “Hai anak kecil.” Aku jawab, “Labbaika, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Jagalah agama Allah, niscaya Dia menjagamu… hadits.”


  • Waktu Makan

Suatu kesalahan, apabila kita membiarkan anak bertingkah semaunya yang tidak sesuai dengan adap sopan santun di meja makan. Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk mengajari anak tentang adab, karena jika dibiarkan tentu anak itu tak akan mengetahui bahwa perbuatanya itu salah. Maka sudah selayaknya orang tua mendampingi anaknya ketika makan, terlebih di tempat umum.

Nabi ï·º makan bersama anak-anak. Beliau memperhatikan dan mencermati sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh anak, kemudian memberikan pengarahan dengan metode yang dapat mempengaruhi akan dan meluruskan kesalahan yang dilakukan.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah radhiuallahu’anhuma, ia berkata :
“Aku masih anak-anak ketika berada dalam pengawasan Rasulullah ï·º. Tanganku bergerak ke sana ke mari di nampan makanan. Rasulullah ï·º bersabda kepadaku, “Hai anak kecil, ucapkanlah basmalah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada di hadapanku.” Sejak itu, begitulah caraku makan.”


  • Waktu anak sakit

Sakit tak selamanya menjadi musibah. Bisa jadi itu adalah cara Allah untuk mengingatkan kita agar kembali pada jalan yang benar. Orang ketika sakit cenderung mudah untuk dinasehati, dan itu berlaku juga untuk anak kecil. Rasulullah ï·º telah memberi pengarahan kepada kita atas hal ini.

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas radhiyallahu’anhu, ia berkata :
“Seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi ï·º sakit. Nabi ï·º datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya dan bersabda kepadanya, “Masuk Islamlah engkau.” Dia melihat ke arah bapaknya yang saat itu juga berada di sana. Si bapak berkata, “Turutilah Abdul Qasim.” Maka, dia pun masuk islam. Nabi ï·º pergi sambil berdoa, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanya dari api neraka.”

Demikianlah ketiga waktu yang utama bagi orang tua untuk memberikan pengarahan kepada anaknya. Tentunya waktu yang lainnya dapat disesuaikan dengan kesibukan dan kondisi keluarga. Maka sudah selayaknya orang tua lebih bijak dalam memilih waktu dan tempat untuk memberi pengarahan. Selain itu kita juga harus lebih bersabar, ketika anak tidak medengarkan nasihat kita.

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqan : 74)

Daftar Pustaka: *masih butuh saran :)
Suwaid, Muhammad Nur Abdul Hafizh. 2010. Prophetic Parenting; Cara Nabi Saw Mendidik Anak, penerjemah. Yogyakarta (ID): Pro-U Media. Terjemahan dari: Dar Ibnu Katsir.

#Day22
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share


Ketika kita mendapat bantuan maupun nikmat dari seseorang, maka sangat wajar jika kita membalasnya, minimal dengan mengucapkan terimakasih. Terlebih jika bantuan itu amat berharga, maka kita akan selalu menghormatinya dan mengingat jasanya. Akan tetapi, ketika bantuan itu teramat banyak, seringkali kita lalai. Kita lebih sibuk mengingat yang sedikit dan melupakan yang banyak. Padahal ada banyak bantuan tak terkira banyaknya yang diberikan kepada kita. Salah satunya pernapasan.

Bernapas menjadi kebutuhan setiap makhluk yang bernyawa, salah satunya kita “manusia”. Bahkan ketika kita tidur atau tak sadarkan diri, sistem pernapasan kita tetap berjalan. Apabila sistem pernapasan terganggu, kita pasti bersedia membayar berapapun demi membuatnya pulih.

Pernahkah kita membayangkan betapa menakjubkannya sistem pernapasan itu. Kita menghirup napas dan mengeluarkannya secara spontan. Bayangkan jika kita harus berpikir dahulu, amat melelahkan bukan. Jika harus belajar dahulu, bayi yang baru lahir akan kesulitan. Sistem pernapasan telah dapat digunakan Sedangkan udara yang dibutuhkan tubuh kita hanyalah oksigen. Sedangkan udara di bumi beraneka ragam. Betapa sempurnanya sistem pernapasan kita, yang mampu menyaring udara, yang bahkan tak terlihat oleh mata.

Pada saat kita bernapas, sesungguhnya telah terjadi proses oksidasi serta perpindahan dua zat yang terdapat di udara. Oksigen masuk ke dalam paru-paru dan karbondioksida sebagai sisa dari proses oksidasi ini dikeluarkan. Dari proses oksidasi tersebut, sepertiga menghasilkan energi setelah bercampur dengan zat yang terkandung dalam makanan untuk diedarkan ke seluruh sel tubuh. Kemudian sepertiga lagi disimpan sebagai cadangan energi dan sepertiga lagi dibuang.

Selama ini orang bernapas hanya sekedar menghirup dan menghembuskan tanpa mengenal apa yang dinamakan “kesegaran udara”. Kapasitas paru-paru tidak digunakan secara maksimal, sehingga tidak dapat merasakan kenikmatan udara yang memberikan kesegaran.

Ketika kita menghirup udara segar dengan pernapasan yang panjang dan dalam, maka kita akan mengerti apa itu kesegaran udara. Udara yang dihirup ini akan beredar keseluruh tubuh. Hal ini akan dirasakan manfaatnya jika secara rutin dilakukan setiap pagi hari dan malam menjelang tidur.

Secara ilmiah, pernapasan yang panjang dan dalam akan membuat siapapun memperoleh udara yang cukup dibutuhkan oleh tubuh. Pernapasan yang dangkal dan pendek bisa menyebabkan datangnya penyakit, karena seseorang tidak memperoleh udara segar yang cukup. Sisa pembakaran mungkin tidak dapat terangkut dengan baik, demikian pula proses oksidasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat membuat tubuh menjadi lesu atau lemah. Oksigen diperlukan untuk proses berpikir, proses pencernaan, mengangkut zat-zat makanan dalam darah, membangun jaringan tubuh, dll.

Hal yang menarik tentang oksigen

  • Dalam sehari, manusia menghirup oksigen dari udara kira-kira sebanyak 20 ribu kali.
  • Dalam setiap molekul air, 90% masa-nya berasal dari oksigen, dan air merupakan komponen penyusun tubuh terbesar (65-75%)
  • Otak manusia yang mengambil bagian 2% dari total massa tubuh membutuhkan 20% oksigen dari yang dibutuhkan oleh manusia, sehingga bisa dikatakan bahwa otak merupakan organ tubuh yang paling membutuhkan oksigen.

Dari fakta tersebut sudah dapat kita pastikan bahwa, bernapas adalah karunia dan kenikmatan yang tak ternilai harganya. Maka sudah selayaknya kita bersyukur atas nikmat yang kita peroleh dari Allah yang tak terkira jumlahnya ini.

#Day21
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
0
Share
Postingan Lama Beranda

About Me

Dzakyy Arifin

Anak kecil, yang cinta buku dan ingin orang lain merasakan nikmatnya cinta itu dan insyaAllah suatu hari nanti bisa bikin taman baca untuk kita semua, generasi penerus bangsa

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2018 (32)
    • ▼  Juni (11)
      • Bintang Sebagai Pelindung
      • Sedikit Kisah Alunan Musik
      • Di Kelembaban Usia
      • Adab Dalam Bercanda
      • Memilih Waktu yang Tepat untuk Menasihati Anak
      • Nikmatnya Bernapas
      • Energi Penghilang Rasa Lelah
      • Keindahan Warna
      • Pertemuan Singkat dengan Ibu
      • Duka Pemusnah Kecewa
      • Sepenggal Kisah Ramadhan
    • ►  Mei (13)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)

Label

#Cerbung #IniPanggungKita #PenaJuara #RamadhanBerkisah Artikel Buku Cerpen CerpenBukuHarianDoni kisahinspiratifFLP miladflp21 selfreminder

Instagram

Supscribe

Enter your email address:

Copyright © 2015 BeBrave

Created By ThemeXpose