Pages

  • Beranda
  • About Me
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Facebook Twitter Instagram Google+ Pinterest
BeBrave

Berani Bermimpi. Berani Berjuang

  • Home
  • Contact Me
  • Category
    • Artikel
    • Book
    • Cerpen
      • Buku Harian Doni
      • Ini Panggung Kita
    • Selfreminder
Gambar diambil dari toko buku cordoba


Api Tauhid~Cahaya keagungan cinta sang mujaddid

Sungguh indah apa yang dikisahkan dalam novel ini. Novel sejarah yang dibalut kehangatan cinta dan persahabatan yang begitu tulus. Perjuangan dan pengorbanan demi sebuah keyakinan. Racikan dan bumbu yang pas mampu membuat membaca begitu nikmat. Novel yang harus dibaca bagi para pencinta sejarah dan bagi siapa saja yang ingin mencari cahaya hikmah.

Berawal dari dilema seorang pemuda bernama Fahmi yang menghadapi kisah cinta yang rumit. Dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Ia diminta oleh seorang lurah untuk dijodohkan dengan putrinya Nur Jannah. Maka sejatinya seorang muslim dalam menentukan jawaban harus minta petunjuk pada Sang Maha Mengetahui. Namun saat istikharah Fahmi belum tuntas, datanglah Kyai Arselan yang ingin menjodohkan anaknya yang bernama Nuzula dengan Fahmi. Tentu keluarga Fàhmi tidak bisa menolaknya yang secara zhahir terlihat jelas Nuzula lebih baik dari Nur Jannah menurut mereka.

Namun apa yang terlihat terkadang tak seperti apa yang diharapkan. Bunga yang mekar itu seolah hanya fatamorgana. Namun Fahmi terlanjur tenggelam dalam bayang-bayang cintanya. Benih-benih cinta itu mekar tak terkendali dan bersamaan dengan bunga-bunga yang mekar indah tumbuhlah duri yang mengiris hatinya. Luka itu terus bertambah tanpa mampu terobati. Fahmi pun hampir binasa karenanya. Gadis itu telah memberikan rasa cinta sekaligus penderitaan yang tiada tara.

Dan demi mengobati lukanya maka Fahmi diajak Hamza ke Turki ditemani Subki. Petualangan baru pun dimulai. Cerita semakin hangat dengan hadirnya sosok Aysel, gadis keturunan Turki yang hidup di Eropa dan terjebak dengan pergaulan bebas. Namun pada akhirnya dia ingin hijrah. Ditambah Emel yang merupakan adik Hamza yang shalehah. Dari sinilah cerita sebenarnya dimulai. Dimana penulis ingin mengajak kita menyelami jejak-jejak Sang Mujaddid Badiuzzaman Said Nursi.
Ada banyak hikmah dan ibrah yang sangat disayangkan untuk dilewatkan. Keajaiban yang bermula dari cinta dan ketaatan dua orang yang dipersatukan dalam ikatan suci nan berkah. Perjuangan dan keberanian yang tidak akan bisa dibendung. Pengorbanan dan pembuktian bahwa cahaya sekecil apapun akan mampu menyibak kegelapan yang mengungkungnya.

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan. Hati seolah terbakar dan larut dalam semangat memperjuangkan tauhid ketika penguasa mencoba menguburnya. Ketika penguasa menghapus pelajaran agama dan berkiblat pada Eropa yang hanya menitikberatkan pada pendidikan modern. Said Nursi berjuang dengan gagah berani menentangnya. Karena sesungguhnya apa yang diperjuangkan adalah untuk bangsanya sendiri. Ketika masyarakat jauh dari agama maka sesungguhnya mereka tidak akan meraih puncak kejayaan. Juga tedapat sejarah tentang runtuhnya kekhalifahan Turki Usmani yang tentu saja menjadikan kesedihan bagi seluruh umat muslim di Dunia. Orang-orang yang berpaham sekuler itu telah membuat penderitaan bagi umat islam. Bahkan Said Nursi harus mendekam di dalam penjara. Maka perjalanan dari penjara ke penjara dimulai dari saat itu. Juga perjuangannya dalam perang dunia yang meletus pada waktu itu. Said Nursi menjadi komandan dan barisan terdepan yang tak kenal takut. Pengabdian yang begitu tulus walau saat itu penguasa telah menyimpang. Begitulah sejatinya hati yang dihiasi dengan iman. Selepas peperangan yang dia dapatkan adalah pengasingan. Ketika raganya tak bisa bebas hatinya benar-benar melayang. Di dalam keterbatasan Said Nursi menulis dan menyampaikan. Maka seolah gula manis dia pun tak perlu berpindah karena akan ada banyak orang yang mendatanginya. Tidak ada rasa takut walau ancamanya kematian sekalipun. Ah sungguh kisah yang indah. Ditambah sejarah kaum yahudi yang menginginkan tanah palestina, lengkaplah sudah.

Tidak ada alasan untuk tidak membaca. Karena diakhir cerita akan ada keajaiban di balik cinta yang suci. Lalu bagaimana kisahnya Fahmi dan Nuzula. Dan ternyata Aysel dan Emel ternyata juga mempunyai rasa kepada Fahmi. Semoga kalian menyempatkan sedikit waktu untuk membacanya. Karena sejarah adalah pelajaran yang berharga. Dan semoga bangsa kita terhindar dari orang-orang yang ingin menghancurkanya.


0
Share


Pernahkah kita merasa bosan dirumah. Atau bosan dengan segala aktivitas rutin yang selalu kita kerjakan. Mungkin pernah terlintas dalam bayangan kita untuk melakukan liburan ke tempat yang kita sukai. Atau sekedar meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi. Tentu tidak semua orang bisa melakukan itu. Entah itu terkendala waktu maupun biaya yang harus kita keluarkan. Tapi apakah hal itu menjadi tidak mungkin untuk dilakukan. Tentu kita bisa melakukanya, hanya saja dikemas dalam bentuk yang berbeda.

 Menjelajahi dunia, mungkin itu terdengar asik. Tapi sebagian orang akan bilang itu tidak mungkin bisa dia lakukan. Terdengar sulit memang, tapi apakah itu tidak mungkin. Mungkin kita kurang peka terhadap apa yang ada di sekitar kita untuk kita manfaatkan sebagai hiburan. Jika kita bisa meluangkan sedikit waktu saja kita bisa pergi dan merasakan keindahan suatu tempat. Menambah pengetahuan, menambah wawasan dan yang terpenting bisa menyegarkan otak kita yang tadinya penuh dengan kesibukan aktivitas kita. Terus bagaimana caranya? Jawabanya simple yaitu mau membaca.

Ya membaca. Bukankah ada banyak buku bacaan yang bisa kita baca. Tidak harus novel yang beratus-ratus halaman. Kita bisa membaca cerita atau berita yang tidak terlalu berat untuk dibaca. Kita juga bisa memilih yang sesuai hobi kita untuk membaca buku yang kita sukai. Yang punya hobi otomotif misal, bukankah banyak buku-buku yang membahas tentang otomotif. Yang suka dunia IT juga tersebar banyak buku-buku yang membahas IT. Selain kita mendapat hiburan tentu ilmu kita akan semakin bertambah, ilmu yang kita dapatkan dari membaca bisa kita manfaatkan untuk sekedar hiburan atau dikembangkan menjadi sebuah karir mungkin. Bagi yang suka berwisata. Kita juga bisa memilih untuk membaca tentang keindahan suatu tempat. Dan manfaat lainya yang bisa kita dapatkan dari membaca.

Jadi apalagi alasan kita untuk tidak membaca. Bosan, ngantuk, gak asik, gak terbiasa. Ya mungkin itu sederetan alasan yang sering muncul dibenak kita. Tapi bisakah kita mengubah apa yang tidak kita suka menjadi suka? Tentu jawabanya bisa, bukankah cinta itu datang karena terbiasa. Alasan itu datang karena kita tidak mau mencoba untuk mengenalnya. Cobalah untuk mendekatkan diri dengan apa yang kita sukai lewat buku. Cobalah untuk membaca buku yang sesuai dengan hobi kita. Jika kita tidak suka dengan buku yang tebal mungkin bisa kita mulai dengan buku yang bergambar. Pada intinya kebiasaan itu harus kita bangun.

Setelah kita terbiasa dengan membaca mungkin kita bisa beralih menjadi penulis. Dengan menulis kita bisa membagikan pemikiran-pemikiran kita ke publik. Dan siapa tahu menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang. Karena dengan tulisan kita bisa mengubah pola pikir manusia.


0
Share
Postingan Lebih Baru Beranda

About Me

Dzakyy Arifin

Anak kecil, yang cinta buku dan ingin orang lain merasakan nikmatnya cinta itu dan insyaAllah suatu hari nanti bisa bikin taman baca untuk kita semua, generasi penerus bangsa

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ►  2018 (32)
    • ►  Juni (11)
    • ►  Mei (13)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2017 (2)
    • ▼  Maret (1)
      • Sinopsis Api Tauhid
    • ►  Februari (1)
      • Menjelajah Dunia

Label

#Cerbung #IniPanggungKita #PenaJuara #RamadhanBerkisah Artikel Buku Cerpen CerpenBukuHarianDoni kisahinspiratifFLP miladflp21 selfreminder

Instagram

Supscribe

Enter your email address:

Copyright © 2015 BeBrave

Created By ThemeXpose